w

Nassi-Shneiderman Diagram

  Nassi-Shneiderman Diagram

 


 Nassi-Shneiderman diagram versi Wolfgang Viehmann merupakan diagram yang cocok dalam mendokumentasikan source code-source code Turbo Pascal 7 dan Delphi, yang telah disesuaikan dengan statemen-statemennya. Terdapat 9 bentuk Nassi-Shneiderman diagram yang disesuaikan dengan statemen-statemen Pascal dan 12 level pewarnaan dalam Nassi-Shneiderman diagram yang menunjukkan perubahan level antar diagram.
          Nassi-Shneiderman diagram tree berfungsi sebagai intermediate form dari image Nassi-Shneiderman diagram. Nassi-Shneiderman diagram tree akan mengalami proses pengukuran dan pencetakan untuk menghasilkan imagenya pada komponen image milik Delphi.

Orr-Warner Diagram

Diagram Warnier orr (W/O)


Adalah diagram yang menyerupai diagram berjenjang diputar dan menggambarkan arus logika serta struktur dari datanya. Simbol utama yang digunakan oleh diagram W/O adalah kurung kurawal “ { “ (brace) yang digunakan untuk mengelomokkan modul-modul yang ditunjukkan oleh “{“ yang disebut universal. Operator W/o meliputi : Å yang berarti XOR (Exclusive OR), yaitu A atau B tetapi tidak keduanya; + berarti OR (Inclusive OR), A atau B atau keduanya; /, *, - , + adalah operator aritmatik dan proses berarti Not.
Struktur Data Menggunakan W/o
Struktur data dengan menggunakan w/o prinsipnya harus terpenuhinya desain dari struktur program yang tertulis dilengkapi dengan struktur datanya.


Jackson’s System Development (JSD)
Yaitu suatu metodologi pengembangan system dengan cara membangun suatu model dari dunia nyata (real world) yang menyediakan subyek-subyek permasalahan dari system dan menambahkan fungsi system untuk menyelesaiakan permasalahan tersebut dan bersifat dinamik.
Enam prosedur utama yang ditawarkan JSD dalam mengembangkan system :

Entity action step (langkah tindakan kesatuan)

Pada langkah ini developer mendefinisikan area dunia nyata dengan membuat daftar tentang kesatuan (entity) dan tindakan (action) yang berhubungan dengan system.

Entity structure step ( langkah struktur kesatuan)

Pada langkah ini developer membuat struktur atau urutan kegiatan yang akan dikerjakan.

Initial model step (langkah model awal)

Developer pada tahap ini sudah mulai membuat simulasi model yang disesuaikan dengan dunia nyata dari yang sederhana sampai yang kompleks.

Function step (langkah fungsi)

Step ini developer sudah mendesain fungsi dari system yaitu dengan menkomparasikan dunia nyata dengan output yang akan dihasilkan oleh system.

System timing step (langkah pengaturan waktu)

Pada langkah ini developer melakukan pengaturan waktu seperti penundaan dan menentukan bersama-sama pemakai system penundaan dibagian mana yang dapat diterima untuk selanjutnya diambil langkah-langkah antisipasi.

Implementation step (langkah implementasi)

Pada langkah terakhir ini developer mempertimbangkan perangkat keras dan perangkat lunak apa saja yang tersedia atau yang akan digunakan untuk menjalankan system yang telah dikembangkan.

DFD (Data Flow Diagram)

Data Flow Diagram (DFD) 

Adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
Suatu yang lazim bahwa ketika menggambarkan sebuah sistem kontekstual data flow diagram yang akan pertama kali muncul adalah interaksi antara sistem dan entitas luar. DFD didisain untuk menunjukkan sebuah sistem yang terbagi-bagi menjadi suatu bagian sub-sistem yang lebih kecil adan untuk menggarisbawahi arus data antara kedua hal yang tersebut diatas. Diagram ini lalu “dikembangkan” untuk melihat lebih rinci sehingga dapat terlihat model-model yang terdapat di dalamnya.

Tujuan DFD adalah :
1. Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui sistem
2. Menggambarkan fungsi-fungsi(dan sub fungsi) yang mentransformasi aliran data


Manfaat DFD adalah :

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.

DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan,khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem.Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.

DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

SADT (Structured Analysis & Design)

SADT (Structured Analysis & Design)

SADT Adalah metode pengembangan system dengan menganut konsep dekomposisi, yaitu menggambarkan terlebih dahulu system secara utuh (whole system) sebagai tingkat tertinggi (top level) dan memecahnya lebih rinci.SADT Merupakan metode pengembangan system terstruktur yang memandang bahwa system itu terdiri dari : Benda (obyek, benda, data) dan Kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau perangkat lunak). SADT terdiri dari dua bentuk diagram yaitu : diagaram kegiatan (actigrams) dan diagram data (datagrams)


HIPO (Hierarchical Input Process Output)

Apa yang dimaksud Hierarchi Input Proses Output (HIPO), Sasaran HIPO dan Diagram HIPO

HIPO merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung IBM, sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan. Sistem HIPO berbasis pada fungsi yaitu tiap- tiap modul dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.
HIPO disajikan dalam bagan alir sistem dan struktur menu yang digunakan dari desain tersebut dapat dilihat bahwa berkas yang saling berkaitan dengan berkas yang lainnya, sehingga dengan adanya hal tersebut kita tidak harus membaca program seluruhnya karena dapat dibaca garis besar jalannya program.


Sasaran HIPO sebagai berikut :

1. Menyediakan struktur untuk memahami fungsi-fungsi sistem


2. Untuk lebih memahami fungsi–fungsi yang harus diselesaikan oleh program. Bukan menunjukkan statement-statement program yang digunakan untuk melaksanakan fungsi tersebut.

3. Untuk menyediakan penjelasan yang jelas dari input yang harus digunakan dan output yang dihasilkan oleh masing-masing fungsi pada tiap-tiap tingkatan dari bagian-bagian HIPO.

4. Untuk menyediakan output yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pemakai.

Tiga macam diagram dalam tingkatan HIPO yaitu :

a. Visual Table Of Contents (VTOC)

Diagram ini menggambarkan hubungan dari fungsi – fungsi dalam sistem secara berjenjang.


b. Overview Diagram

Overview diagram menunjukkan secara garis besar hubungan dari input, proses dan output. Bagian input menunjukkan item-item data yang akan digunakan oleh bagian proses. Bagian proses berisi sejumlah langkah-langkah yang menggambarkan kerja dari fungsi. Bagian output berisi dengan item-item data yang dihasilkan atau dimodifikasi oleh langkah-langkah proses.

c. Detail Diagram

Detail diagram merupakan diagram tingkatan yang paling rendah di diagram HIPO. Diagram ini berisi elemen-elemen dasar dari paket yang menggambarkan secara rinci kerja dari fungsi.
Back to top